Sabtu, 11 Juli 2015

PENGANIAYAAN YANG AKAN DATANG













Shalom,  
Bacaan hari ini Jumat 10 Juli 2015 menurut kalender liturgi katolik : 

Kejadian 46:1-7, 28-30
Matius 10:16-23
Mazmur 37:3-4,18-19, 27-28,39-40
Bacaan Injil Matius hari ini mengenai penganiayaan yang akan dialami
para murid-muridNya ketika sedang melakukan tugas perutusan.
Matius 10:16
lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala
sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Hal-hal apa saja yang akan mereka hadapi :
Pertama
ayat 17
waspadalah terhadap semua orang; karena
ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama
dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

ketika mewartakan kabar sukacita tentang Yesus yang menawarkan
hidup di dalam Kasih-Nya yang kekal maka alangkah bijaksananya
jika tidak membeda-bedakan orang dari status sosial dan latar belakang
pendidikan, keluarga, atau apapun bentuk lainnya. 

kita mesti mencontoh Yesus, pada saat memberitakan Injil,
Yesus mengutamakan belas kasihan dan hati-Nya dipenuhi belas kasih. 
namun kenyataannya berbagai kepentingan mewarnai keputusan 
seseorang dan institusi ketika menjalankan tugas perutusan. 
seperti yang terjadi pada jaman Yesus saat menjalankan tugas perutusan
dari Bapa Surgawi untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah, ternyata 

terjadi berbagai benturan kepentingan menghalangi dan menolak-Nya 
bahkan berusaha untuk menyingkirkan-Nya.
seharusnya majelis agama mendukung tugas perutusan memberitakan
kabar sukacita Kerajaan Allah kepada umat Yahudi, malah justru yang
menolak dan berusaha meniadakannya.
hal ini disebabkan majelis agama Yahudi (=sanhedrin) sangat menentang
Yesus bahkan mempengaruhi keputusan pengadilan menyalibkan Yesus.
demikian juga saat ini, pada saat kita melaksanakan tugas perutusan
maka mesti waspada terhadap orang-orang antipati terhadap penginjilan;
mereka bisa menganiaya dan membunuh.
yang amat sangat disayangkan, terkadang yang menentang kita justru
dari kalangan orang-orang yang percaya kepada Yesus tetapi berbeda
pandangan dan pemahaman teologi, doktrin, liturgi, dan lainnya.
antara kristen dan katolik sampai saat ini belum bisa bersatu karena
masing-masing pihak menganggap teologi yang dianutnya yang benar.
saya sendiri pernah mengalaminya;
setelah empat tahun lebih bekerja di perusahaan dimana ownernya
penganut non katolik yang fanatik, pada akhirnya saya diperhadapkan
untuk memilih tetap bekerja atau mengundurkan diri.
saya memutuskan berhenti bekerja, lebih didorong oleh ketidak-cocokan
terhadap sikap arogansi owner yang memaksakan kehendaknya.
Kedua
ayat 18
karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa
dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan
bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
peringatan Yesus kepada murid-muridNya terbukti dimana para rasul
sampai mengorbankan diri demi memberitakan Injil.

mungkin kita tidak mengalami penyiksaan dan penganiayaan fisik
secara langsung; mungkin tidak sampai masuk penjara ketika sedang
mewartakan Injil namun di kehidupan sehari-hari seringkali kita harus
memilih untuk tetap setia kepada Yesus atau kompromi dengan pihak
penguasa yang biasanya melakukan intimidasi dan ancaman-ancaman.
mewartakan Injil, tidak selalu harus berupa penyampaian secara oral
melalui kotbah yang menggelegar tetapi kesaksian hidup kita sehari-hari
yang menggarami dan menerangi di sekitar lingkungan kita adalah
yang terutama dan terpenting dimana orang lain tersentuh dan tergerak
hatinya untuk menerima kehadiran Yesus melalui teladan hidup kita.
karena kita sudah ketahui bahwa akan ada orang-orang yang tidak suka
berita Injil didengar dan menjangkau banyak jiwa-jiwa yang menerimanya
maka kita mempersiapkan diri sedari semula ketika kita memilih untuk
terjun langsung melaksanakan tugas-tugas perutusan.
Ketiga
ayat 22
kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi
orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
ya betul ... mau hidup sesuai kebenaran firman Tuhan itu sulit dan
menghadapi pertentangan dari banyak orang bahkan mereka akan
membenci kita atau sedikitnya menjauhi diri kita.
saat kita memutuskan hidup jujur dan tidak berbohong, seringkali orang
lain menertawakan kita dan berkata : "sok rohani sih kamu ..." 
bahkan kita akan dibenci jika karena kejujuran kita membuat orang lain
mengalami kerugian atau kepentingan dirinya terganggu.
contoh : Ahok memilih menjadi Gubernur DKI yang mengedepankan
kejujuran mendapat tentangan habis-habisan dari orang-orang yang
merasa terganggu kepentingannya bahkan ia dibenci oleh mereka.
ironi kehidupan ini ;
orang beriman mengalami kegoncangan bila diperhadapkan memilih
menjalani hidup bersih sesuai prinsip kebenaran Tuhan ataukah
memilih menuruti keinginan kedagingan dari tawaran duniawi.
pada saat engkau memilih mengikuti teladan hidup Yesus maka
bersiap-sedialah untuk menyangkal segala kepentingan diri sendiri,
bersiap-sedialah untuk memikul salib yang dibebankan pada pundakmu
bersiap-sedialah untuk senantiasa setia dan taat pada kebenaran Tuhan.
Keempat
ayat 21
orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga
seorang ayah akan anaknya dan anak-anak akan memberontak
terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
sudah tidak aneh lagi, bila mendengar dan menyaksikan kemelut
keluarga sebab sepanjang sejarah kehidupan manusia dimulai dari
Habel dibunuh oleh Kain, saudaranya sendiri ... terjadi tragedi keluarga.
semua itu bermuara kepada benturan kepentingan diri sendiri.
dimulai dari keluarga hingga merembet kemana-mana mengacaukan
dunia ini dan menjadi trending topic setiap hari.
di dalam keluarga, keyakinan iman anggota keluarga beraneka-ragam
satu dengan lainnya sepertinya berlomba-lomba mengatakan :
"ini lho keyakinan imanku yang paling benar" ....

padahal yang terutama adalah bertanyalah pada diri sendiri :
apa yang sudah aku perbuat selama aku hidup di dunia ini ;
kebajikankah, cinta kasihkah, hidup berbagikah atau hidup egoiskah?
Mikha 6:8
"hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik.
apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil,
mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Selanjutnya,
Yesus mengatakan supaya mereka tidak kuatir menghadapi semua itu
dan menasehati supaya kita berlaku cerdik ketika penganiayaan terjadi
maka kita dianjurkan untuk menghindar dan lari ke kota yang lain.
Matius 10:19-20
apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan
bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena
semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga ka
rena
bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu;
Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
 


Matius 10:23
apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota
yang lain; karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sebelum kamu
selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.
Pengenalan dan pemahaman kebenaran firman Tuhan menjadi arah
dan landasan bagi seseorang untuk menentukan sikap hidup yang mau
dia terapkan di dalam hidupnya.
demikian juga pada saat seseorang memilih untuk melaksanakan
tugas perutusan maka seharusnya ia sudah memahami bahwa akan
ada pertentangan, penolakan, dan penganiayaan.
bila hal itu terjadi maka tidak akan menggoncangkan imannya dan
ia tetap tekun dan setia sampai kesudahannya menyelesaikan tugasnya.


Salam Kasih,
Surya Darma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com