Sabtu, 22 Oktober 2016

KEBENARAN TUHAN VERSUS KEBENARAN DUNIA










Jumat, 21 Oktober 2016 

Apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. 
Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? 
                  (Luk 12:55-56)

Yesus menegur orang pinter yang ahli menilai fenomena alam semesta tetapi mengabaikan hal terpenting dalam hidup yakni keselamatan dirinya. 

Bukankah setiap orang tahu bahwa hidup di bumi ini hanyalah sementara dan suatu saat nanti meninggalkan bumi ini, pulang kepada Sang Pencipta. 

Memang ada berbagai keyakinan iman namun pada dasarnya orang mengakui Sang Pencipta alam semesta meski sebutan/panggilannya beraneka-ragam. 

Kita umat kristiani menyebut Pencipta alam semesta adalah Allah Bapa. 
Kitab Kejadian pasal 1-2 melukiskan kisah penciptaan alam semesta berikut segala isinya dan puncak penciptaan ada pada diri manusia. 

Semua kemelut hidup manusia dimulai dari Adam yang meremehkan larangan Allah, akibatnya kita mati. 

Kejadian 2:16-17 
Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." 

Kita harus sering diingatkan ayat ini agar tidak melanggar perintah dan larangan Tuhan Allah (=dosa) sebab akibat dosa sangat mengerikan dan sudah terbukti bagaimana sulitnya terbebas dari dosa. 

Mengapa kita manusia ini tidak belajar dari kesalahan lalu dan tak berdaya melawan keinginan berbuat dosa? 

Dari dulu sampai sekarang, penyebab utamanya adalah pola pikir atau cara pandang atau prinsip hidup kita. 

Setiap orang punya prinsip hidup yang berbeda meski ada sebagian yang sama namun sayangnya justru prinsip utama hidup bersandar kepada Tuhan Allah menjadi handicap atau permasalahan dimana tidak setiap orang setuju dan mau mengakui Tuhan Allah penguasa dalam hidupnya

Orang pinter alias orang genius banyak sekali yang hebat dan mengundang decak kekaguman karena keahliannya di berbagai bidang ilmu pengetahuan. 

Saking geniusnya malah terjebak pada kesombongan diri yang mengklaim diri sanggup mengatur hidup tanpa Tuhan Allah dan hal ini sudah terjadi dimana mereka membentuk kelompok yang berpandangan sama dan menamakan diri sebagai aliran new-age. 

Inti pemikiran new-age berpusat pada diri sendiri; pada pemikiran intelektual yang menurut mereka mengendalikan masa depan hidup seseorang dan mereka menolak pandangan bahwa kita manusia bergantung pada Tuhan Allah. 

Yesus mengantisipasi kecenderungan orang pinter/genius yang mengandalkan kemampuan diri sendiri dimana Yesus mengingatkan agar segera mengambil keputusan tentang kebenaran yang kita yakini dan berpegang pada kebenaran tersebut yakni pada kebenaran Tuhan. 

Lukas 12:57 
Mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? 

Tanda-tanda zaman sudah nyata terlihat dimana terjadi kemerosotan iman dan terjadi pertikaian yang mengakibatkan penderitaan manusia. 

Rasul Paulus menasehati : 
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 
(Efesus 4:2). 

Ke-4 hal ini yakni rendah hati, kesabaran, lemah lembut dan murah hati menjadi sesuatu agak langka bisa dijumpai di sekitar kita berada. 

Mengapa demikian? 

Menurut pandangan dunia bahwa suatu kebenaran diakui bila didukung banyak orang mengatakan hal itu adalah benar. 

misalnya : 
orangtua mencekoki anaknya dengan doktrin : kamu harus jadi orang pinter supaya kamu besar nanti menjadi orang kaya; kalau kamu biasa-biasa saja atau kamu bodoh maka hidupmu susah. 

Dan pandangan ini diakui banyak orang sehingga si anak sejak usia dini dibawah lima tahun, dipaksa mengikuti berbagai kursus setelah pulang sekolah. 

Sedangkan menurut pandangan Tuhan, hendaklah kita mengutamakan hidup di dalam kebenaranNya

Realitanya : kita manusia mementingkan menjadi orang kaya sebagai prioritas utama yang harus dicapai di hidupnya. 

Untuk keseimbangan hidup maka datang ke gereja ikuti misa ekaristi seminggu sekali serta memberi kolekte lembaran 100ribu; dan merasa sudah cukup. 

Menganggap tidak penting mengetahui hal-hal kebenaran Tuhan sehingga tidak tertarik membaca, apalagi menekuni firman Tuhan di Alkitab sebab baginya yang terpenting adalah kebenaran dunia sebagai prinsip hidup. 

Tidak heran ada orang sangat rajin kerja hingga larut malam demi mendapatkan uang/harta dunia namun malas pergi ke gereja untuk mendengar Sabda Tuhan dan masuk dalam persekutuan dengan Yesus pada saat menerima hosti. 

Terlihat jelas, yang dicari harta dunia menurut sudut pandangan dunia yang diakui sebagai suatu kebenaran padahal seharusnya mengumpulkan harta rohani adalah prioritas utama kebenaran Tuhan.

Mazmur 25:5
Bawalah aku berjalan dalam kebenaranMu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku. Engkau yang kunanti-nantikan sepanjang hari.


REFLEKSI DIRI 

Apakah aku mengutamakan mencari kebenaran Tuhan di dalam hidupku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan Biasa ke 29 
Warna Liturgi : Hijau 

Efesus 4:1-6 
Mazmur 24:1-6 
Lukas 12:54-59 
BcO : Sirakh 42:15-25; 43:27-33 

============= ☆☆☆ ============

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com