Jumat, 23 Desember 2016

KIDUNG MARIA










Kamis, 22 Desember 2016 

Kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. 
           (Lukas 1:46-47)  

Maria memuliakan Tuhan dengan cara bersenandung atau dikenal sebagai Magnificat menurut bahasa Latin, yang artinya adalah nyanyian pujian Maria atau kidung Maria. 

Maria bersenandung atau memuji Tuhan ketika ia diberitahu Elisabet bahwa bayi dalam kandungan melonjak mendengar salam dari Maria. 

Lukas 1:41 
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. 

Mengapa bisa terjadi demikian? 

Bayi yang dikandung Maria adalah Yesus dan mencerminkan kehadiran Tuhan di dalam diri Maria. 

Ada dua hal yang terjadi saat Maria memberi salam kepada Elisabet, yaitu : 
Bayi dalam kandungan Elisabet melonjak dan Elisabet dipenuhi Roh Kudus. 

Apa maknanya bagi kita? 

Kehadiran Tuhan membawa perubahan dimana Urapan Roh Kudus menyelimuti orang yang berada di sekitar tempat itu dan tidak heran bila Hadirat Tuhan turun pada saat kita melambungkan pujian dan penyembahan sehingga UrapanNya mengalir di dalam diri kita. 

Elisabet menerima Urapan Roh Kudus dan juga bayi di dalam kandungannya dan Maria juga menerima UrapanNya sehingga ia memuji memuliakan Tuhan dengan nyanyian pujian. 

Pujian Penyembahan kepada Tuhan itu seharusnya kita lakukan setiap hari sebab hidup kita telah diberkati Tuhan. 

Banyak diantara umat kristiani tidak menyadari bahwa Tuhan menghendaki manusia mengucap syukur kepadaNya diantaranya melalui pujian dan juga manusia selayaknya menyembahNya. 

Yohanes 4:24 
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran. 

Yohanes 4:23 
Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian

Daud paling sering melantunkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan dan itu terlihat di dalam kitab Mazmur. 

Mazmur 71:8 
Mulutku penuh dengan puji-pujian kepadaMu, dengan penghormatan kepadaMu sepanjang hari. 

Mazmur 104:33 
Aku hendak menyanyi bagi Tuhan selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 

Maria mengungkapkan kegembiraannya dengan bernyanyi memuji memuliakan Tuhan dan juga dilakukan oleh Hana yang memuji Tuhan karena dikabulkan permohonan meminta anak sebab sekian lama ia belum hamil. 

Senandung pujian Hana dapat kita lihat dalam kitab 1 Samuel pasal 2, contohnya pada ayat 1 dan ayat 7 yaitu : 

Hatiku bersukaria karena Tuhan, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh Tuhan; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolonganMu. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan dan meninggikan juga. 

Orang yang menerima kebaikan Tuhan, sudah pasti memuji dan memuliakan Tuhan dan ungkapan syukurnya dapat berupa nyanyian/kidung, berbuat baik kepada sesama, semakin rajin doa, rajin ke gereja, dan sebagainya. 

Kidung Maria menyatakan tiga hal : 

Hal Pertama 
Maria memuliakan Tuhan yang peduli pada dirinya dari kalangan status sosial rendah dan Tuhan telah melakukan perbuatan besar kepada dirinya. 
(Lukas 1:46-50). 

Hal Kedua 
Maria memuliakan Tuhan yang peduli pada masyarakat golongan marjinal yang dipandang hina (Lukas 1:51-53). 

Hal Ketiga 
Maria memuliakan Tuhan sebab telah menggenapi janjiNya kepada Abraham dan keturunannya (Lukas 1:54-55). 

Saat itu masyarakat Yahudi berharap kedatangan Mesias membebaskan bangsa mereka dikuasai bangsa lain. 

Maria kemungkinan mengetahui hal ini dan tentu ia terkejut ternyata Mesias yang dijanjikan tersebut justru akan lahir dari dalam kandungannya. 

Apa maknanya bagi kita saat ini? 

Pengharapan kita akan kedatangan Yesus kedua kali untuk membebaskan kita dari kuasa dosa yang menghimpit hidup kita. 

Rasul Paulus mengatakan bahwa tubuh fana ini mengalami tekanan hidup dan mendambakan kediaman sorgawi seraya nantikan kedatangan Yesus keduaklinya. 

2 Korintus 5:2,4 
Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. 

Di masa Adven ke-4 menjelang Natal ini, saat kita menantikan kedatangan Yesus kedua seraya memperingati kelahiran Yesus yang merupakan kedatanganNya yang pertama kali. 


REFLEKSI DIRI 

Apakah aku melantunkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan setiap hari?


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan Khusus Adven 
Warna Liturgi : Ungu 

1 Samuel 1:24-28 
1 Samuel 2:1,4-8 
Lukas 1:46-56 
BcO : Yesaya 43:1-13 

============= ☆☆☆ ============

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com