Rabu, 18 November 2015

MAKNA PERUMPAMAAN UANG MINA













Renungan Harian 18 November 2015 
MAKNA PERUMPAMAAN UANG MINA 
(Lukas 19:11-28) 

2 Makabe 7:1,20-31 
Mazmur 17:1,5-6,8b 


Saudara/i dalam Yesus Kristus, 

Yesus di dalam pengajaran berulangkali menjelaskan kepada masyarakat Yahudi dengan mengunakan perumpamaan berdasarkan latar belakang politik, sosial-budaya dan kali ini menjelaskan perumpamaan tentang uang mina yang mirip dengan perumpamaan tentang talenta. 

dari beberapa literatur sejarah diketahui bahwa orang-orang Yahudi mendiami wilayah Palestina saat itu dikuasai oleh bangsa Romawi dimana ditempatkan perwakilan yaitu Herodes Agung sebagai penguasanya dan anak-anak Herodes Agung sebagai raja wilayah tertentu (=setingkat gubernur) dan salah satu anaknya bernama Arcelaeus. 

ketika Herodes Agung wafat maka Arcelaeus pergi ke Roma meminta persetujuan dari Kaisar Agustus untuk menjadi raja atas seluruh wilayah Palestina menggantikan ayahnya. 

namun masyarakat Yahudi menolak Arcelaeus dan mengirimkan utusan ke kaisar di Roma. 

Yesus memakai situasi politik ini di dalam perumpamaan tentang uang mina terutama pada ayat 12 dan 14. 

Lukas 19:12,14 
ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami

akan tetapi di ayat berikutnya, Yesus menjelaskan tentang 10 orang hamba yang diberi tugas oleh tuannya untuk memberdayakan modal uang supaya menghasilkan keuntungan. 

Lukas 19:13 
Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali

berarti setiap hamba diberi 1 mina tetapi ternyata hasilnya berbeda dan disini Yesus mengelompokan hasil ke 10 hamba itu menjadi 3 kelompok yakni: 
1) menghasilkan 10 mina dan upahnya 
     diberi kekuasaan atas 10 kota 
     (ayat 16, 17b) 
2) menghasilkan 5 mina dan upahnya 
     diberi kekuasaan atas 5 kota 
     (ayat 18-19) 
3) tidak menghasilkan dan hanya     
     mengembalikan modal 1 mina 
     (ayat 20) 

pelajaran apa yang bisa kita petik dari perumpamaan ini yang menjadi bahan permenungan kita? 

Pertama 
Kepercayaan 

problem utama dari hamba yang tidak menghasilkan adalah ketidak-percayaan kepada tuannya. 
hal ini bisa kita lihat dari alasannya yang mengungkapkan bahwa pemahamannya yang salah terhadap sifat tuannya. 

Lukas 19:21 
sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. 

bukankah hal ini juga banyak orang yang salah memahami sifat Tuhan. 
mereka menilai kebaikan Tuhan menurut pemenuhan kepentingan pribadi. 
Tuhan dikatakan baik jika menuruti semua keinginannya yang sarat dengan hawa nafsu kedagingan / keduniawian. 

hamba itu dicela tuannya karena jahat dan akan dihakimi sesuai perbuatannya. 
Lukas 19:22-23 
katanya kepada orang itu: hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya

motivasi hamba ini mengikuti tuannya tidak benar sehingga ia tidak percaya kepada tuannya. 
demikian juga orang beriman percaya kepada Yesus mempunyai motivasi yang tidak sama sehingga sebagian ada yang tidak mau mempercayakan hidupnya dibawah kendali Yesus meski di mulut mengatakan percaya kepada Yesus. 

Filipi 3:18b-19 
seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 

Kedua 
Ketaatan / kepatuhan 

dasar dari ketaatan/kepatuhan adalah kepercayaan sebab tanpa kepercayaan tidak mungkin orang mau melakukan sesuatu dengan sepenuh hati. 

ke10 hamba itu sama-sama menerima satu mina namun ada hamba yang tidak mau mentaati perintah tuannya karena tidak mempercayai niat baik tuannya. 

kita sudah tahu bahwa Tuhan mengutus kita mewartakan kabar sukacita tentang Kasih Tuhan kepada setiap orang agar mengalami hidup baru bersama Tuhan namun tidak banyak orang mentaatinya dengan berbagai alasan bahkan ngeyel berdebat dengan argumentasi yang membenarkan diri untuk tidak mau melakukan tugas perutusan tersebut. 

Matius 28:19-20 
karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman

mewartakan Injil harus dilakukan dengan berkata-kata menyampaikan kebenaran Firman Tuhan kepada orang lain yang belum mengalami hidup baru di dalam Kasih Tuhan. 

Yesus saja berbicara dengan mengajar, menasehati banyak orang seperti hari ini kita mendengar perumpamaan tentang uang mina untuk menjelaskan setiap orang telah diberi karunia Tuhan untuk melakukan tugas perutusan / pelayanan 
dengan menghasilkan tuaian jiwa-jiwa orang dan membawa mereka kepada Yesus supaya mengalami KasihNya. 

orang itu harus mendengar firman Tuhan supaya ia tahu dan memahami Tuhan; 
apa saja rencana dan janji Tuhan 
apa saja kehendak dan perintah Tuhan 
apa saja tugas yang harus kita kerjakan 
apa saja nasehat dan akibat dosa 
dan masih banyak lagi petunjuk tentang bagaimana kita menjalani hidup ini. 

Roma 10:17 
iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Lukas 4:43 
Yesus berkata kepada mereka: "juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 

Yesus saja mentaati Bapa yang mengutusNya untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah, apakah orang beriman akan beralasan tugas penginjilan toch tidak harus berbicara melalui kata-kata tetapi melalui perbuatan. 

Yesus memberitakan Injil dengan berkata-kata/berbicara dan melalui perbuatan kasih. 

apakah kita mau pilih-pilih sesuai yang kita mau saja dan mengikuti Yesus untuk tujuan mendapat berkat saja dan tidak mau mentaati tugas perutusan yang Yesus perintahkan? 

coba simak dan renungkan perkataan Yesus berikut ini : 

Lukas 19:24,27 
kata Yesus kepada orang-orang yang berdiri di situ: ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." 

Ketaatan dan kepatuhan itu penting sebab mengungkapkan seberapa dalam kita mengenal dan mengasihi Tuhan. 

Ketiga 
Perjuangan melaksanakan tugas 

kita lihat perjuangan hamba yang percaya dan mentaati perintah tuannya dan hasilnya sangat berbeda. 

yang menghasilkan 10 mina mendapat pujian dari tuannya. 
Lukas 19:17a 
kata tuannya kepada orang itu: 
baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil 
 
artinya ia sepenuh hati dan berusaha keras mengerjakan perintah tuannya sehingga tidak heran mampu peroleh hasil yang maksimal. 

sedangkan yang menghasilkan 5 mina menunjukkan hasil yang tidak maksimal karena tidak segenap hati dan tidak berjuang keras. 

hal ini mengajarkan kepada kita bahwa di dalam mengerjakan tugas perutusan dan tugas pelayanan harus segenap hati dan segenap kemampuan dan karunia yang ada pada diri kita

seringkali kita lebih mendahulukan urusan duit dan urusan pribadi daripada urusan tugas perutusan/pelayanan dengan alasan keluarga nomor satu dan perutusan/pelayanan nomor dua. 

kita harus percaya bahwa Tuhan lebih bijaksana ketika IA menugaskan kita untuk mengerjakan sesuatu dan tidak sampai mengorbankan keluarga kita. 

Yesaya 48:18 
sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, 

seandainya sampai mengorbankan keluarga maka tentulah ada maksud lain yang biasanya sebagai ujian iman kita. 

kepercayaan dan ketaatan itu berkaitan erat yang akan mendorong upaya kita mengerjakan tugas perutusan/pelayanan

jangan seperti hamba yang tidak percaya kepada tuannya sehingga ia tidak mau mengerjakan tugas dari tuannya bahkan menuduh tuannya itu kejam. 

jangan dikira di jaman sekarang ini tidak ada hamba jahat tersebut... 

jahat disini maksudnya menuduh Tuhan itu tidak adil, tidak kasihan, tidak baik, dan masih banyak kata tidak lainnya jika keinginannya tidak dipenuhi oleh Tuhan. 

kita harus dewasa rohani, 
tidak semua doa kita dikabulkan 
tidak selalu hidup itu mulus-mulus saja 
tidak selalu jalan rata dan tidak berbatu 

seringkali, 
ada ujian yang harus di jawab agar lulus 
ada rintangan yang harus disingkirkan 
ada tanjakan yang harus didaki/dicapai 
ada lembah yang harus dilewati 
ada sungai yang hatus diseberangi 

jika kita tidak percaya kepada Tuhan 
bagaimana mungkin bisa kita atasi 
meski kita berjuang sekuat tenaga bila tidak mengandalkan pertolongan Tuhan maka banyak airmata dan derita yang harus kita pikul sendirian. 

tugas perutusan/pelayanan tidak mudah dikerjakan karena bergumul melawan kepentingan diri sendiri yang cenderung tidak mau memikul beban tugas tersebut karena kita mau hidup senang dan tidak mau menanggung resiko dari tugas itu. 

keraguan dan setengah hati membuat kita hanya menghasilkan 5 uang mina seperti hamba kedua tersebut. 

yang penting melayani asalkan tidak keluar duit dan tidak sampai merepotkan sebab urusan keluarga saja sudah sibuk dan masih banyak keperluan lainnya. 

kira-kira begitu alasan orang untuk menghindar dari tugas pelayanan, apalagi melakukan tugas perutusan atau penginjilan.. 
waduh itu sih tugas pastor
kita menghibur diri dan berdalih bahwa hasil kita masih lebih baik dari hamba yang tidak menghasilkan apa-apa. 

pasti pernah terpikirkan : 
sebetulnya untuk apa kita hidup di dunia 
apakah hanya memikirkan bagaimana supaya hidup senang dan bahagia saja sehingga harus menimbun uang /harta sedangkan urusan tugas perutusan dan tugas pelayanan tidak peduli karena itu bukan urusannya? 

jikalau demikian maka jangan heran dan protes kepada Tuhan jika suatu hari apa yang ada padamu akan diambil Tuhan dan diberikan kepada orang lain yang lebih percaya, lebih taat, berjuang lebih keras menghasilkan lebih maksimal. 

Lukas 19:26 
Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya

hal itu sudah terjadi lho pada orang yang tidak bisa menikmati makanan enak padahal duitnya banyak dan tidak bisa berwisata menyaksikan indahnya alam karena tidak bisa berjalan atau sedang menderita sakit yang membuatnya hanya terbaring di ranjang dan paling banter lihat photo dan buka youtube untuk melihat keindahan dunia. 

Pengkhotbah 6:2 
orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. 

Pengkhotbah 2:24-26 
tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. 
aku menyadari bahwa inipun dari tangan Allah karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? karena kepada orang yang dikenanNya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskanNya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah.  

REFLEKSI DIRI 

apakah aku mempercayakan kendali atas seluruh hidupku kepada Yesus? 
sudahkah aku membawa banyak orang datang kepasa Yesus? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

3 komentar:

Unknown mengatakan...

http://nalurerenewws.blogspot.com/2018/09/taipanqq-jangan-salah-mengira-anda.html
http://updatetaipanbiru.blogspot.com/2018/09/taipanqq-jangan-harap-bisa-ubah-8-hal.html


Taipanbiru
TAIPANBIRU . COM | QQTAIPAN .NET | ASIATAIPAN . COM |
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID terbaik nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 8 Permainan.
BandarQ
AduQ
Capsasusun
Domino99
Poker
BandarPoker
Sakong
Bandar66

Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
• WA: +62 813 8217 0873
• BB : E314EED5

Daftar taipanqq

Taipanqq

taipanqq.com

Agen BandarQ

Kartu Online

Taipan1945

Judi Online

AgenSakong

Unknown mengatakan...

Mba Rere moga berkah usahamu dng jd bandar judi

Islam Agama Setan mengatakan...

Amin Tuhan Isa memberkati

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com