Kamis, 17 Maret 2016

KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN








Rabu, 16 Maret 2016 

Kata Yesus kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: "Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."  
                                          (Yohanes 8:31-32) 

Hari ini kita merenungkan makna dari kebenaran Tuhan yaitu kebenaran menurut Firman/Sabda Tuhan dan kebenaran Tuhan yang disampaikan langsung melalui hati nurani kita. 

Artinya ada kebenaran Tuhan secara tertulis yang tertuang di Alkitab 
2 Timotius 3:16 
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 

dan secara langsung ke masing2 pribadi melalui Roh Kudus. 
Yohanes 14:26 
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 

Dunia ini banyak sekali kebenaran yang dipercayai adalah kebenaran sehingga masing-masing mengklaim kebenaran yang diyakininya adalah kebenaran yang sesungguhnya. 

Seringkali terjadi konflik dan keributan yang disebabkan oleh setiap kebenaran, akibatnya timbul permusuhan, dendam, penderitaan, pertumpahan darah, dsb. 

Padahal kebenaran yang absolut dan kebenaran sejati adalah kebenaran Tuhan Allah namun persoalannya adalah darimana kita tahu ini kebenaran Tuhan dan berdasarkan Firman/Sabda Tuhan menurut kitab suci dari agama yang mana; dan masing-masing mengatakan kitab suci agamaku yang paling benar. 

Akhirnya manusia terkotak-kotak dalam kebenaran agama yang diyakininya dan kerapkali terjadi perdebatan sengit untuk mempertahankan kebenaran agamanya. 

Jaman Perjanjian Lama, Allah berfirman melalui perantaraan nabi-nabi untuk menyampaikan Kebenaran Tuhan Allah; salah satunya dari kitab Daniel yang mengisahkan ketiga tokoh yaitu Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang berani mempertahankan kebenaran Allah yang diyakininya. 

Pertentangan kebenaran yang diyakini Sadrakh, Mesakh dan Abednego dengan raja Babel yakni raja Nebukadnezar adalah salah satu contoh dimana akibat perbedaan kebenaran yang diyakininya membuat ketiga orang ini dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala tujuh kali lipat dari nyala api biasa. 

Raja Nebukadnezar memerintahkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego untuk menyembah dewa dan patung emas yang didirikan Nebukadnezar tetapi mereka bertiga menolak menyembahnya sebab mereka hanya mau menyembah kepada Allah saja. 
(baca selengkapnya Daniel pasal 3). 

Daniel 3:16-18 
Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." 

Keteguhan iman mereka bertiga sungguh luar biasa sebab tidak takut menghadapi bukan sekedar ancaman tetapi betul-betul mereka dimasukan ke dalam perapian yang menyala-nyala. 

Darimana mereka meyakini bahwa Allah pasti menyertai mereka? 
Yach, tentu dari iman sebab mereka mendapatkan hikmat Allah sehingga mereka meyakini Kebenaran Allah. 

Daniel 2:23 
Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepadaMu: .... 

Mereka melangkah dalam iman dan bukan hanya pengetahuan saja tetapi menjadi pelaku Firman dimana iman mereka disertai perbuatan dimana mereka berani mati sekalipun. 

Ternyata terbukti keyakinan mereka sebab nyala api tidak dapat membuat seluruh tubuh mereka hangus terbakar. 

Daniel 3:26-27 
Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu. Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka. 

Bahkan oang-orang yang menyaksikan Sadrakh, Mesakh dan Abednego telah dimasukan ke dalam nyala api malah melihat ada 4 orang dan bukan 3 orang, artinya Allah mengirimkan malaikatNya melindungi Sadrakh, Mesakh, Abednego 

Daniel 3:24-25 
Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!" Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!" 

Keyakinan kepada kebenaran Allah sungguh telah memerdekakan diri mereka dari segala rasa takut, cemas, keragu-raguan dan menyerahkan hidup mereka kepada Allah meskipun bila harus kehilangan nyawa sekalipun. 

Ini suatu pelajaran berharga bagi kita, hendaknya meneladani keyakinan iman dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego kepada kebenaran Allah. 

Kita harus yakin seyakin-yakinnya akan kebenaran Allah melalui pengetahuan dan terlebih melangkah dalam iman untuk melakukan perbuatan nyata mengikuti kebenaran Allah. 

Iman akan kebenaran Allah bila hanya berhenti sampai disini saja tidak akan memerdekakan kita; tidak akan membebaskan kita dari kecendrungan berbuat dosa atau melanggar kehendak Allah melainkan harus disertai dengan melakukan hal-hal kebenaran Allah yang telah kita ketahui dan telah kita terima melalui iman dan akal budi kita. 

Yakobus 2:22 
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 

Sekali lagi harus kita ingat selalu bahwa hendaknya kebenaran Allah yang kita imani disertai dengan tindakan nyata supaya memerdekakan kita dari kuasa dosa yang ingin membelenggu diri kita selama-lamanya. 

Yohanes 8:34-36 
Kata Yesus kepada mereka: 
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."  

REFLEKSI DIRI 

Sungguhkah kebenaran Allah yang aku imani telah memerdekakan diriku dari kuasa dosa yang mengikat keinginan kedaginganku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ =============

Kalender Liturgi Katolik 
Hari Biasa Pekan V Prapaskah 
Warna Liturgi : Ungu 

Daniel 3:14-20,24-28 
Tambahan Daniel 3:52-56 
Yohanes 8:31-42 
BcO : Bilangan 16:1-35 

============= ☆☆☆ =============

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com