Kamis, 03 Maret 2016

APAKAH HUKUM TAURAT MASIH BERLAKU?








Rabu, 2 Maret 2016 

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 
                                                       (Matius 5:17) 

Banyak umat kristiani berpandangan bahwa hukum Taurat tidak berlaku lagi, dengan berbagai alasan dikemukakan sebab beranggapan tidak tunduk dibawah hukum Taurat melainkan kepada hukum kasih yang diajarkan Yesus. 

Benarkah demikian? 

Mari kita mendalami Perkataan Yesus yang mengatakan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan menggenapinya

kata meniadakan, berarti melenyapkan, mencabut, atau membatalkan. 
kata menggenapi, berarti merealisasikan, menyempurnakan atau mentaati. 

Hukum Taurat itu apa sih? 
Ada beberapa pendapat orang, yakni : 

Pertama 
Hukum Taurat itu adalah kitab yang ditulis Musa, yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan. 
sering disebut Kitab Taurat Musa. 

Kedua 
Hukum Taurat itu adalah 10 Firman Allah yang menyatakan kehendak Allah (Keluaran 20:1-17). 

Ketiga 
Hukum Taurat itu adalah seluruh kitab yang ada di Perjanjian Lama (=PL). 
PL terdiri dari 5 kitab Musa, kitab nabi-nabi, kitab Mazmur (Lukas 24:44). 

Menurut beberapa sumber literatur rohani dikatakan bahwa hukum Taurat dikelompokan dalam 3 jenis hukum : 

Pertama 
Hukum Seremonial / Hukum Upacara 

berhubungan dengan upacara keagamaan, misalnya : peraturan tentang sunat, najis, tentang persembahan korban penghapus dosa dsbnya ( baca kitab Imamat pasal 1-9 ). 

Kedua 
Hukum Yudisial / Hukum Sipil 

mengatur hubungan antar sesama dalam masyarakat Israel atau berhubungan dengan adat istiadat Israel misalnya: kesehatan, penyakit, kejahatan prosedur penghakiman, dan sebagainya. 
( baca kitab Keluaran pasal 21-22 ) 

Ketiga 
Hukum Moral 

berhubungan dengan 10 Perintah Allah yang ditulis Allah pada dua loh batu di atas gunung Sinai dan disaksikan oleh Musa. ( baca kitab Keluaran 20:1-17) 

Ke 10 Firman Allah menyatakan kehendak Allah yang harus dipatuhi yang disampaikan melalui Musa kepada bangsa Israel. 

Ulangan 4:1,5 
Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu. Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh Tuhan,, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. 

Demikian sekilas tentang latar belakang hukum Taurat supaya kita mendapat gambaran umum apa itu hukum Taurat. 

Pada ayat 18 Yesus menegaskan : 
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  

Sangat jelas apa yang dikatakan Yesus untuk menanggapi sangkaan/pendapat orang pada ayat 17a bahwa hukum Taurat tidak akan ditiadakan sebelum semuanya terjadi. 

Lalu bagaimana dengan perkataan rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. 

Efesus 2:15 
Sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera. 

Sepertinya kontradiksi Matius 5:17 dengan Efesus 2:15, apa maksudnya? 

Kita orang awam yang tidak paham makna teologisnya menjadi bingung dan sulit mengerti tentang hukum Taurat. 

Kita mesti memohon hikmat Tuhan untuk memahami makna yang terkandung di setiap FirmanNya yang kita baca dan renungkan sebelum melakukanNya. 

Salah satu ayat Firman mengatakan : 
hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. (Galatia 3:24). 

Jika kita flashback ke kitab Kejadian dimana manusia Adam dan istrinya Hawa jatuh ke dalam dosa maka : 

Roma 3:23 
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. 

Dan tidak berhenti sampai kehilangan kemuliaan Allah melainkan akibatnya : upah dosa ialah maut (Roma 6:23). 

Sebelum dinyatakan 10 Firman Tuhan, manusia tidak tahu bahwa adanya dosa dan mereka berbuat apa saja tanpa berpikir bahwa perbuatan mereka tidak sesuai dengan kehendak Allah = dosa. 

Barulah setelah 10 Firman Allah yang disampaikan kepada Musa maka sejak saat itu manusia tahu adanya dosa dan mengenal perbuatan dosa. 

Jadi disini 10 Firman Allah ditinjau dari sudut pandang sebagai hukum Taurat dan di kitab Roma pasal 7, Rasul Paulus menjelaskan arti hukum Taurat dan perjuangan melawan dosa.

Roma 7:7 
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"  

Selanjutnya, hukum Taurat mengatur kehidupan manusia dan sampailah penggenapan atau penyempurnaan hukum Taurat di dalam diri Yesus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari alam maut akibat dosa. 

Ibrani 10:1 
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. 

Menurut para ahli Alkitab, 
maksud dari perkataan Yesus pada Matius 5:17 bahwa : 
Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 

adalah mau menyatakan hukum Taurat dari aspek hukum Moralitas yakni 10 Firman Allah digenapi dan tidak boleh ditiadakan setitik iota atau satu titikpun. 

Sedangkan dari sisi hukum seremonial dan sisi hukum sipil, tidak berlaku sebab dasar dari kedua hukum ini mengatur tatanan masyarakat dan adat istiadat bangsa Israel yang berbeda dengan bangsa lain diluar bangsa Israel. 

Contoh : 
Jaman Perjanjian Lama, peraturan untuk korban penghapus dosa adalah darah binatang; dengan berbuat begitu maka orang berdosa mendapat pengampunan 

Imamat 27:11 
Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. 

Hukum Taurat mengenai korban penghapusan dosa ini disempurnakan melalui Darah Anak Domba Allah yakni Darah Yesus tercurah di Kayu Salib. 

sehingga tidak diperlukan lagi darah dari binatang sebagai korban penghapus dosa tetapi maknanya masih berlaku yakni dari sisi hukum moralitasnya bahwa setiap pengampunan dosa sudah ditebus melalui Darah Yesus.  (baca Ibrani 9:19-28) 

Ibrani 9:28 
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. 

Sepertinya peraturan hukum Taurat ini dibatalkan sebab tidak memakai darah binatang sebagai kurban penghapusan dosa setiap kali seseorang berdosa mau mendapatkan pengampunan. 

Demikian juga ahli-ahli taurat, imam kepala, dan juga orang2 farisi, yang memegang peraturan secara kaku dan tidak mampu melihat makna terdalam dari pengampunan sebab mereka terpaku dengan peraturan bahwa harus ada darah binatang sebagai kurban untuk mendapatkan pengampunan dosa. 

Ibrani 9:22 
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan

Di jaman sekarang ini masih terjadi dimana seseorang sangat kaku dalam menerapkan peraturan tanpa melihat makna terdalam dari peraturan tersebut yang seharusnya menjadi tujuan penting ditetapkannya suatu peraturan. 

JADI 

Yang dimaksud Rasul Paulus pada ayat Efesus 2:15 sesungguhnya bukan membatalkan hukum Taurat tetapi melalui Darah Yesus maka tatacara atau seremonial dan peraturan hukum sipil atau adat istiadat bangsa Israel disempurnakan melalui Pengorbanan Yesus sebagai korban penghapus dosa dan cukup satu kali saja
 
Aspek moral dari hukum Taurat tidak boleh ditiadakan sebab makna terdalam dari hukum Taurat sesungguhnya adalah kasih dan hal ini dikatakan Yesus ketika menjawab pertanyaan seorang ahli taurat yang mencobai diriNya : 

Matius 22:36-40 
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Jelaslah sekarang bahwa penggenapan hukum Taurat terjadi pada hukum Kasih yang disempurnakan Yesus

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku mau memahami makna terdalam dari hukum Taurat adalah terletak pada hukum kasih ? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ =============

Kalender Liturgi Katolik 
Hari Biasa Pekan III Prapaskah 
Warna Liturgi : Ungu 

Ulangan 4:1,5-9 
Mazmur 147;12-13,15-16,19-20 
Matius 5:17-19 
BcO : Keluaran 33:7-11,18-23 

============= ☆☆☆ =============


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com