Selasa, 29 Maret 2016

PETRUS BANGKIT WARTAKAN TENTANG YESUS












Senin, 28 Maret 2016 

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi
                                 (Kisah 2:14,32) 

Proses pertumbuhan iman umat kristiani berbeda-beda tergantung respon masing-masing pribadi saat mengalami perjumpaan dengan Yesus melalui suatu peristiwa di dalam hidupnya. 

Diantaranya, spontan menggebu-gebu mensharingkan pengalaman rohaninya ketika Yesus menolong hidupnya dan semangat pelayanannya kentara sekali. 

Namun seringkali muntaber alias mundur tanpa berita ketika kenyataan yang dialaminya saat berkecimpung di bidang tugas pelayanan tidak seperti yang dibayangkan atau yang diharapkan olehnya sehingga imannya terguncang. 

Petrus begitu yakin dirinya tidak akan mengkhianati Yesus tetapi kenyataannya menyangkal Yesus sampai tiga kali saat peristiwa penyaliban mengguncangkan imannya dan tidak seperti harapannya bahwa mengikuti Yesus akan berdampak dirinya mendapatkan kemuliaan diri sebab ia berharap kehebatan Yesus akan memimpin bangsa Israel sebagai raja yang akan mengusir bangsa Romawi. 

Puji Tuhan !!! 
Akhirnya Petrus menyadari kesalahan perbuatan penyangkalannya dan bertobat sehingga ia bangkit kembali dan dengan berani mewartakan tentang Yesus dan Injil Kerajaan Allah setelah dirinya diurapi dan dipenuhi Roh Kudus pada saat Pentakosta. 

Darisini kita dapat memetik pelajaran dari perjalanan iman Petrus yang berguna bagi pertumbuhan iman kita. 

Ada beberapa hal yang bisa dipelajari
1) percaya kepada Yesus 
2) mengakui perbuatan dosanya 
3) segera ia menyesal dan bertobat 
4) sikap hidupnya berubah 
5) diurapi Roh Kudus 
6) menuruti perintah Yesus 
7) setia hidup dalam kebenaran Injil 

ke 7 hal ini terjadi pada diri Petrus dan rasul-rasul lainnya termasuk Paulus. 
Bagaimana dengan kisah perjalanan iman kita ketika waktunya nanti tiba meninggalkan dunia ini? 

Apakah nama kita tercatat dalam kitab kehidupan sebagai murid Yesus yang telah melaksanakan tugas perutusan seperti yang diperintahkan Yesus dalam Matius 28:19-20 ? 
(harus hafal ayat ini dan ingat selalu). 

Wahyu 20:12,15 
aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu

Selanjutnya, Injil Matius mengisahkan bagaimana ke12 murid Yesus tercerai-berai karena ketakutan menyaksikan peristiwa penyaliban Yesus dan bersembunyi tidak berani keluar. 

Hanya Maria Magdalena dan Maria lainnya yang pergi ke kuburan Yesus dan mereka bertemu dengan malaikat yang menyampaikan kabar sukacita bahwa :  

Pertama 
Yesus telah bangkit 
Matius 28:5-6  
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakanNya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 

Kedua 
mengingatkan akan perkataan Yesus 
Matius 28:7 
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-muridNya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu. 

Kita lihat semula para rasul ketakutan karena mereka murid Yesus dan akibatnya mereka lupa akan ajaran dan perkataan Yesus sebelumnya bahwa Yesus harus mengalami penyaliban dan bangkit kembali diantara orang mati. 

Tidak berbeda jauh dengan sikap iman kita juga ketika diingatkan akan tugas perutusan maka biasanya takut apakah kita bisa dan sanggup melaksanakan panggilan tugas perutusan mewartakan Injil ataupun tugas pelayanan lainnya. 

Padahal yang paling penting kita mau melaksanakan tugas perutusan dan tetap setia sampai kesudahannya. 
Jangan pernah menggebu-gebu diawal tetapi tidak menyelesaikannya di akhir. 

Ketakutan mencerminkan iman kita tidak percaya kepada kuasa Yesus yang akan menyertai kita, yang Yesus janjikan. 

Matius 28:18,20 
Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

Dalam kitab kisah para rasul dituliskan bagaimana perubahan sikap iman Petrus yang bertumbuh luarbiasa menjadi berani dan tidak takut mati dimana ia mewartakan tentang Yesus yang saat itu dilarang oleh penguasa Romawi yang telah dipengaruhi oleh mahkama agama yahudi (=sanhedrin). 

Matius 28:11-15 
Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini

Rasul Petrus dengan lantang berbicara tentang Yesus yang disalib itu dibangkitkan oleh Allah dari kuasa maut dan sesuai dengan rencana Allah. 

Kisah 2:23-24 
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. 

Petrus menjelaskan tentang perbedaan antara Daud yang dipuja bangsa Israel dan Yesus yang mereka salibkan. 

Kisah 2:29-30 
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. 

Petrus bermaksud supaya bangsanya percaya bahwa Yesus yang mereka salibkan itu adalah Mesias yang dijanjikan Allah. 

Kisah 2:31-32 
Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa dagingNya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. 

Kita lihat bagaimana Petrus berkhotbah dengan penuh keyakinan dan keberanian sebab sekarang ia mengerti bahwa Yesus pasti membelanya dan mungkin saja Petrus ingat akan perkataan Yesus bahwa jangan takut dianiaya karena memberitakan tentang diriNya. 

Matius 10:17-20 
Waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu

Demikian hendaknya kita berbuat serupa seperti Petrus yang imannya bangkit dan bertumbuh dengan pesat dengan mau menuruti perkataan Yesus dan setia mau melakukan perintah Yesus sampai rela mati dan menurut Tradisi dimana Petrus mati di salib dengan kepala dibawah. 


REFLEKSI DIRI 

Apakah imanku terus bertumbuh dan aku mau berbuat seperti rasul Petrus setia sampai mati menuruti perintah Yesus? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Dalam Oktaf Paskah 
Warna Liturgi : Putih 

Kisah 2:14,22-32 
Mazmur 16:1-2a,5,7-11 
Matius 28:8-15 
BcO : Kisah 1:1-26 

============= ☆☆☆ ============


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com