Selasa, 01 Maret 2016

TIDAK DIHARGAI ORANG LAIN








Senin, 29 Februari 2016 

Kata Yesus lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. 
                                                    (Lukas 4:24) 

Sejak jaman Perjanjian Lama hingga saat ini atau mungkin berlanjut di masa yang akan datang, masih terjadi dimana seseorang tidak dihargai di tempatnya sendiri oleh orang-orang di lingkungan dimana seseorang itu tinggal. 

Injil hari ini mengingatkan agar kita siap sedia menyiapkan diri bila tidak diterima atau ditolak oleh orang-orang di sekitar kita; apakah itu dari pihak keluarga, dari komunitas rohani dimana kita bernaung, dari teman/rekan, dsbnya, bahkan dari orang yang terdekat dengan kita. 

Yesus mengalami penolakan di tempat sendiri yaitu di Nazaret oleh orang-orang yang mengenalnya sebagai anak tukang kayu padahal di tempat lain banyak hal mukjizat yang Yesus lakukan. 

Mengapa bisa terjadi demikian? 

Di kehidupan sekarang ini kebiasaan menilai seseorang di masa lalunya menurut kacamata orang yang menilai adalah sering terjadi. 

Apabila orang yang dinilai tersebut menjadi lebih baik atau menjadi terkenal padahal sebelumnya biasa-biasa saja. 

Yesuspun tak luput dari penilaian orang lain yang notabone adalah orang-orang Nazaret yang mungkin saja diantaranya adalah teman atau kerabat sendiri. 

Ada yang bilang begini : "tentu saja kami kenal siapa dia sebenarnya sebab yang mereka ingat biasanya hal-hal buruk menurut pikiran mereka yang pernah dilakukan oleh si Anu yang sekarang menjadi terkenal." 

Padahal belum tentu pandangannya itu sesuai dengan kenyataan; cilakanya jika si penilai ini adalah orang berduit atau orang yang berpengaruh maka penilaian yang dilakukannya mendapat banyak dukungan dari teman-temannya. 

Menciptakan opini negatif lebih cepat menularkan sentimenitas banyak orang dan hal ini jika tidak diwaspadai akan merambah ke bidang kerohanian; ke pelayanan kerohanian. 

Penolakan terhadap Yesus berkarya di Nazaret belum tentu dilakukan penduduk Nazaret sebab ada pihak lain yang tidak suka kepada Yesus yaitu kaum Farisi dan ahli-ahli taurat yang mempengaruh orang-orang yang hadir di rumah ibadat. 

Lukas 4:28-29 
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 

Yesus menyatakan pendapatNya tentang realita yang pernah terjadi di jaman nabi Elisa dimana Allah hanya mentahirkan kusta seorang dari Siria yaitu Naaman sedangkan banyak orang Israel yang mengalami sakit kusta tidak ditahirkan. 

Lukas 4:27 
Pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu. 

Hal ini terjadi karena kedegilan bangsa Israel yang seringkali mengkhianati Allah dengan menyembah ilah atau dewa/i. 

Mungkin kita pernah di remehkan atau tidak dihargai oleh orang lain; oleh karna menurut penilaian orang tersebut bahwa diri kita tidak qualified / tidak kompeten. 

Memang orang cenderung menilai dan menghakimi seseorang berdasarkan penampilan luar dan cilakanya bila orang ini memiliki kekayaan serta pergaulan luas maka teman-temannya ikutan menilai dan menghakimi juga. 

Bagi mereka yang gampang menilai dan menghakimi orang lain menurut kacamata sendiri maka perlu renungkan firman dibawah ini : 

Matius 7:2-4 
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Yesus ketika dirinya ditolak di Nazaret dimana Yesus tinggal dan mungkin saja ada teman atau kerabat Yesus. 

Kita tidak perlu sakit hati bila didalam melakukan tugas pelayanan dimana kita ditolak atau diremehkan tidak dihargai oleh orang yang kita layani atau justru oleh teman dan orang yang dekat dengan diri kita. 

Yesus sudah mengingatkan hal ini akan terjadi pada kita dan menasehati agar kita jangan takut menghadapi penolakan atau bahkan aniaya sekalipun. 

Lukas 21:17-19 
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu. 

Seringkali penolakan orang lain dipakai Tuhan untuk memurnikan diri kita dan mengikis ego kita untuk membentuk karakter dan mendewasakan rohani kita. 

Amsal 27:17 
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. 

Ibaratnya seperti kulit bawang merah dikelupas setiap lapisannya, demikian pula keegoisan dan sifat kita dikikis habis hingga lapisan terakhir supaya sampai pada pengosongan diri dari kepentingan diri sendiri. 

1 Petrus 1:7 
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya. 

Pada saat mengalami proses pemurnian diri adalah paling tidak mengenakkan dan banyak orang tidak tahan harus menanggungnya. 

Yesus saja mengalami penghinaan dan diremehkan tidak dihargai bahkan dianiaya oleh orang lain yaitu orang-orang farisi, imam kepala, ahli taurat, dan juga dari tentara romawi yang menyiksa diriNa serta menyalibkanNya. 

Oleh sebab itu kitapun perlu menyiapkan diri bila suatu ketika mengalami seperti yang dialami Yesus seraya memohon kekuatanNya agar memampukan kita. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah penolakan yang aku alami tidak menyurutkan langkahku mengikuti Yesus dan tetap teguh imanku melewati segala hal yang akan terjadi ketika melakukan tugas perutusan dan pelayanan? 

Apakah aku dapat menjaga diriku agar tidak tawar hati ketika mengalami proses pemurnian diri dan pembentukan karakter Ilahi di dalam diriku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ =============

Kalender Liturgi Katolik 
Hari Biasa Pekan II Prapaskah 
Warna Liturgi : Ungu 

2 Raja 5:1-5a 
Mazmur 42:2,3; 43:3,4 
Lukas 4:24-30 
BcO : Keluaran 24:1-18 

============= ☆☆☆ =============


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com