Sabtu, 06 Februari 2016

HATI YANG BIMBANG








Jumat, 5 Februari 2016 

sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 
                                                        (Markus 6:20)  

Injil hari ini mengenai Yohanes Pembaptis dibunuh sebab Herodias dendam kepadanya telah menegur dirinya kawin dengan Herodes padahal ia istri Filipus, saudara Herodes. 

Perselingkuhan raja Herodes dengan iparnya (istri saudaranya) diketahui oleh Yohanes Pembaptis dan menegur mereka dan rupanya Herodias tersinggung dan merencanakan membunuh Yohanes Pembaptis. 

Markus 6:17-19 
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat. 

Tidak mudah menerima teguran orang lain sebab merasa diri benar dan meski Herodes tahu Yohanes Pembaptis adalah orang benar dan suci bahkan ia menghormati Yohanes Pembaptis tetapi begitu mudah ia terbujuk oleh Herodias untuk membunuh Yohanes Pembaptis. 

Berhubung perikop ini sudah pernah dibahas maka ada baiknya hari ini, renungan kita,  mau melihat dari sisi kebimbangan hati raja Herodes. 

sebetulnya ia senang mendengarkan pengajaran Yohanes Pembaptis tetapi tidak dituliskan kenapa Herodes tidak meneruskan ketertarikannya tersebut. 
(Markus 6:20). 

Bukankah kita juga terkadang tertarik pada suatu pengajaran tertentu terutama berhubungan dengan iman dan hal-hal kerohanian yang kita dengar namun tidak di follow-up lebih lanjut sebab hati kita ragu-ragu akan kebenarannya atau mungkin kita sedang asyik dan sibuk dengan yang ada sekarang. 

Seperti raja Herodes yang tertarik mendengar pengajaran Yohanes Pembaptis namun sayangnya hatinya bimbang; antara ketertarikan atas pengajaran Yohanes Pembaptis dengan ego dirinya yang tersinggung karena ditegur olehnya. 

Bandingkan dengan Nikodemus yang terus meneruskan ketertarikannya kepada pengajaran Yesus tentang kelahiran baru dan Kerajaan Allah. 

Yohanes 3:3 
Yesus menjawab, kataNya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." 

Terbukti, Nikodemus membela Yesus pada saat orang-orang Farisi menentang Yesus telah melanggar hukum Taurat. 
(baca Yohanes 7:45-52) dan juga membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu yang harganya mahal sebagai penghormatan Nikodemus kepada Yesus yang mati di Salib. 

Yohanes 19:39-40 
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. 

Harus kita akui bahwa tidak mudah untuk percaya terhadap sesuatu yang menurut pikiran atau pandangan kita itu sulit dimengerti dan berat untuk dilakukan. 

Kebimbangan atau keraguan itu timbul karena minimal ada dua pilihan yang harus kita pilih; yang mana prioritas utama yang mau kita lakukan. 

Sedangkan Sabda Tuhan yang tertulis di Alkitab menegaskan agar kita harus melakukan kehendak dan perintah Allah lebih dahulu, diatas segala kepentingan pribadi. 

Matius 6:33 
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 

Dengan memahami dan mentaati Firman Tuhan ini menjadi pedoman bagi kita untuk mengatasi kebimbangan atau keraguan mempercayai kebenaran hal hal yang menyangkut iman dan rohani. 

Jangan pernah ngeyel dan merasa diri sendiri benar mempertanyakan firman Tuhan yang kita dengar, dibaca, atau yang kita ketahui. 

Amsal 3:5-7a  
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan. 

sebaiknya kita memohon Roh Kudus yang memberikan hikmat kepada kita agar dapat mem-filter mana yang benar atau tidak benar menurut Kebenaran Tuhan. 

2 Timotius 3:16 
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 

Dengan demikian kebimbangan atau keraguan menjadi sirna oleh sikap kita menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan dan tidak ngotot pertahankan kebenaran diri sendiri. 


REFLEKSI DIRI 

Apakah keyakinanku teguh mempercayai Tuhan dan mengutamakan Tuhan di dalam setiap langkahku mengarungi kehidupan ini? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ =============

Kalender Liturgi Katolik 
PW St Agata 
Warna Liturgi : Merah 

Sirakh 47:2-11 
Mazmur 18:31,47,50-51
Markus 6:14-29 
BcO : Kejadian 35:1-29 

============= ☆☆☆ =============

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com