Senin, 02 Mei 2016

JADILAH SAKSI KRISTUS

Senin, 2 Mei 2016 

Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 
                                (Yohanes 15:27) 

Saksi adalah orang yang menyaksikan perbuatan orang lain dan dirinya terlibat di dalam keadaan tersebut. 

Saksi Kristus adalah orang yang melihat dan mengalami kasih Tuhan; bagaimana Tuhan Yesus mengubah hidupnya yang semula berada di dalam kesesakan menjadi hidup di dalam damai sejahtera dan sukacita Tuhan. 

Lidia adalah seorang penjual kain dari kota Tiatara mengalami jamahan Tuhan ketika mendengarkan perkataan Paulus yang menarik perhatiannya. 

Kisah 16:14 
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 

Mesii tidak dituliskan tentang apa yang dibicarakan Paulus kepada Lidia dan perempuan lainnya namun setidaknya kita bisa menduga Paulus menceritakan dirinya mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan hidupnya diubahkan. 

Orang yang membuka hatinya di saat ia mendengarkan pemberitaan Injil maka kuasa Tuhan menjamah dirinya dan pasti ada perubahan di dalam dirinya. 

Perubahan itu biasanya drastis bagi orang yang belum tahu tentang Yesus menjadi percaya dan bersedia dibaptis dan hal seperti ini terjadi pada Lidia. 

Kisah 16:15 
Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya. 

Orang harus mengalami sendiri jamahan Tuhan untuk mengetahui seperti apa perjumpaan dengan Tuhan dan biasanya hati orang tersebut terharu merasakan betapa Tuhan itu baik kepada dirinya. 

Perjumpaan dengan Tuhan membawa kelegaan dan kelepasan beban yang menghimpit diri kita atau bisa seperti yang dialami Paulus menjadi buta saat berjumpa dengan Tuhan karena semula ia menentang dan membunuh orang yang percaya kepada Yesus. 

Kisah 9:4-5,8 
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" KataNya: Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 
Kemudian Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 

Baca selengkapnya Kisah pasal 9 dimana kita melihat bagaimana Paulus mengalami perubahan drastis dari seorang pembunuh umat Kristen, lalu bertobat dan menjadi saksi Kristus hingga akhir hayatnya. 

Bagaimana dengan kita? 

Telah sekian tahun kita percaya kepada Yesus; tanyalah pada diri kita sendiri sampai sejauh mana sudah menjadi saksi Kristus? 

Tidak tergerakkah hati kita melihat orang lain yang belum tahu tentang Yesus sedang kebingungan menemukan Sang Juruselamat yang menolong hidupnya. 

Bukankah melalui kesaksian hidup kita yang mengalami kasih Tuhan akan menarik perhatian mereka untuk percaya kepada Yesus; seperti yang dialami oleh Lidia mendengarkan kesaksian Paulus. 

Kesaksian hidup kita tidak hanya membawa dampak bagi orang yang belum percaya kepada Yesus tetapi juga menyadarkan kembali orang beriman yang telah meninggalkan Yesus. 

Yesus mengingatkan kepada kita agar menjadi saksiNya dan jangan takut terhadap penolakan orang atau bahkan akan dikucilkan dan disingkirkan orang karena mereka tidak suka dengar kesaksian kita. 

Yohanes 16:2 
Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 

Perhatikan nasehat Yesus ini supaya kita tidak tawar hati atau kecewa kepada Yesus karena sepertinya Yesus tidak membela kita pada saat kita dikucilkan dan dianiaya. 

Yohanes 16:1 
Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 

Sudah banyak terjadi dimana semula menggebu-gebu menjadi saksi Kristus tetapi ditengah perjalanan muntaber alias mundur tanpa berita. 

Ada beberapa penghalang besar yang menyebabkan seseorang tidak mau menjadi saksi Kristus atau penyebab yang membuat seseorang mundur dan tidak mau lagi menjadi saksi Kristus adalah 

Pertama 
sibuk mengumpulkan harta dunia 

Suatu ironi yang berulangkali terjadi dari satu generasi ke generasi berikutnya dimana hampir sebagian besar umat manusia mengandalkan hidup kepada harta dunia sehingga tidak heran bila menjadi fokus dan tujuan utama hidup. 

Perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh (Lukas 12:13-21) seharusnya diperhatikan sungguh-sungguh sebagai suatu peringatan bagi orang yang ingin mengumpulkan harta dunia. 

Oleh sebab itu mereka tidak peduli dan meremehkan nasehat untuk menjadi saksi Kristus. 

Bagi mereka, menimbun harta dunia lebih menarik daripada menjadi saksi Kristus dan berpandangan bahwa nanti akan menyumbang dana buat gereja dan kepentingan pelayanan; dan biarlah orang lain saja menjadi saksi Kristus, asalkan bukan dirinya. 

1 Timotius 6:17-19 
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. 

Kedua 
Kesenangan dan kenikmatan dunia 

Gemerlap dunia yang menawarkan kesenangan dan kenikmatan lebih menarik daripada menjadi saksi Kristus. 

Contoh kecil saja, 
orang lebih suka menonton video atau acara televisi, atau lebih memilih main olahraga kesukaannya, atau pergi ke undangan makan, daripada pergi ke gereja atau ke lingkungan, persekutuan doa, dan acara rohani lainnya. 

Apalagi mau menjadi saksi Kristus, wah ada banyak hal terasa mengekang kebebasan karena harus rutin dan perlu komitmen tinggi sedangkan keinginan hati mau menikmati kesenangan dunia. 

Lukas 21:34 
Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 

Ketiga 
Takut dan gentar menghadapi aniaya 

Jujur saja perasaan takut dan gentar ketika menghadapi tantangan sebagai saksi Kristus menjadi salah satu alasan yang membuat orang ragu-ragu. 

Sebab banyak terjadi intimidasi, aniaya bahkan ancaman akan dibunuh yang menimpa diri seorang saksi Kristus meskipun tahu Tuhan akan membela tetapi tetap saja menggetarkan hati bila harus berhadapan dengan hal tersebut. 

Lukas 12:11-12 
Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan. 

Keempat 
Tawar hati dan jenuh 

Menghadapi penolakan dan dikucilkan dari pergaulan merupakan hal yang tidak mengenakkan hati bagi seorang saksi Kristus sebab bagaimanapun juga kita ini manusia biasa yang perasaan hati mempengaruhi semangat melayani. 

Tidak mudah mengosongkan diri sebab ada banyak proses yang harus dilewati dan membutuhkan waktu yang lama hingga pikiran dan perasaan hati kita tegar menghadapi tantangan sebagai saksi Kristus. 

Salah satu yang sangat mempengaruhi adalah sikap tawar hati dan kejenuhan sehingga kerapkali semangat menjadi kendor dan roh kita panas dingin. 

Roma 12:11 
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 

JADI, 

Penghalang-penghalang tersebut diatas harus bisa kita atasi dan sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu agar supaya pada saat hal itu terjadi maka kita sudah siap sedia menghadapinya. 

Menjadi saksi Kristus itu bukan suatu pilihan melainkan suatu keputusan yang didorong oleh tujuan kita membalas kebaikan Tuhan Yesus yang telah memberi diriNya untuk menyelamatkan diri kita dan juga oleh karena kita sudah mengalami hidup di dalam kasihNya. 

Lukas 21:17-19
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan mempeoleh hidupmu.


REFLEKSI DIRI 

Sudahkah aku menjadi saksi Kristus dengan meninggalkan zona kenyamanan hidupku yang cenderung tidak peduli kepada orang lain? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan VI Paskah 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 16:11-15 
Mazmur 149:1-6,9 
Yohanes 15:26-16:4a
BcO : Kisah 21:1-26 

============= ☆☆☆ ============ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com