Jumat, 27 Mei 2016

JADILAH TERANG MATA HATIMU








Kamis, 26 Mei 2016 

Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib 
                          (1Petrus2:9)


Mata adalah salah satu panca-indera yang sangat penting sebagai penunjuk jalan yang menuntun langkah kaki kita menelusuri sepanjang jalan yang harus dilewati hingga ke tempat yang menjadi tujuan kita. 

Bayangkan bagaimana repotnya bila mata terganggu penglihatannya dan kita terpaksa memakai kacamata supaya bisa melihat dengan jelas. 

Demikian pula halnya dengan perjalanan hidup kita di dunia ini bila tidak ada yang menuntun ke arah mana kita seharusnya melangkah maka dapat dipastikan kita akan berulangkali tersesat. 

Oleh sebab itu panca-indera kita harus dijaga dan dipelihara kesehatannya agar tidak menjadi penghalang aktifitas yang setiap hari kita lakukan. 

1 Petrus 2:2-3 
Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. 

Hendaknya, 
telinga makin tajam pendengarannya 
mulut mengeluarkan perkataan baik 
mata semakin terang melihat 
Supaya, 
kaki melangkah pasti ke tempat tujuan 
tangan terbuka membagikan berkat 

wow...ternyata panca-indera yang baik mempengaruhi sikap dan perbuatan kita menjadi lebih baik pula bahkan iman kita semakin bertumbuh pesat dan mampu mengendalikan keinginan kedagingan. 

1 Petrus 2:11 
Saudara-saudaraku yang kekasih, 
aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. 

Kita tahu bahwa di dalam diri kita ada dua macam keinginan yang berlawanan; keinginan roh dan keinginan daging. 

Tantangannya adalah bagaimana agar keinginan roh mendominasi hidup kita sedangkan keinginan daging sebatas kebutuhan pokok tubuh jasmani saja yang tidak berlebihan supaya hawa nafsu tidak menungganginya. 

Saat pergulatan melawan hawa nafsu kedagingan, ada banyak tantangan dimana terkadang kita dikucilkan dan tidak disukai oleh orang lain karena kita tidak mau kompromi dosa akibat mulut, mata, telinga, kaki dan tangan kita mau menuruti kebiasaan dunia. 

1 Petrus 2:4 
Datanglah kepadaNya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 

Kita harus kuat menahan gempuran dunia yang mau menghancurkan panca indera kita agar tidak dapat digunakan lagi untuk mendukung pertumbuhan iman kita sebab apabila setiap individu mampu mengendalikan panca-inderanya maka dapat membangun persekutuan rohani umat kristiani. 

1 Petrus 2:5 
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 

Contohnya : 
Bila mata digunakan untuk membaca firman Tuhan di Alkitab dan telinga kita mendengar homili Pastor, lalu mulut kita menyanyikan lagu pujian penyembahan serta mendaraskan doa kepada Tuhan maka pikiran dan hati kita diubahkan menjadi sejalan dengan pikiran dan hati Kristus yang penuh belas kasihan sehingga mendorong tangan dan kaki kita melakukan perbuatan kasih. 

Memang seringkali perbuatan baik yang kita lakukan membuat orang lain iri hati dan berusaha menyingkirkan kita dengan intrik-intrik yang memojokkan diri kita namun doakan mereka agar suatu saat nanti mereka dijamah Tuhan. 

1 Petrus 2:12 
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 

Memang keadaan dunia semakin hari terlihat makin jahat dan jangan sampai menyeret dirimu larut didalamnya dan membutakan mata hatimu tidak mau mendekat kepada Tuhan. 

Orang yang penglihatannya tidak jelas mengalami kesulitan membedakan objek yang dilihatnya, apalagi bila matanya buta maka hanya kegelapanlah yang menguasai dirinya. 

Seperti yang dialami oleh Bartimeus dimana matanya buta dan ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengemis di pinggir jalan diluar kota Yerikho. 

Markus 10:46 
Lalu tibalah Yesus dan murid-muridNya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-muridNya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan

Kebanyakan orang buta tidak mampu keluar dari keterpurukannya karena sudah menyerah melihat keadaan dirinya dan tidak ada semangat hidup untuk berbuat sesuatu yang berguna dan tidak hidup dari belas kasihan orang lain. 

Ada juga orang buta yang tidak patah semangat dan ia mengupgrade potensi yang dimilikinya sehingga ia berhasil menghasilkan suatu karya yang membuat orang lain kagum dan salut kepada dirinya. 

Misalnya : penyanyi negero dari Amerika bernama Stevie Wonder meski matanya buta tetapi ia mampu memainkan alat musik dan bernyanyi dengan merdu sehingga album lagunya yang dirilisnya disukai banyak orang. 

Kita tidak tahu sudah berapa tahun Bartimeus mengalami kebutaan tetapi
begitu ia mendengar tentang Yesus maka semangatnya bangkit dan dengan lantang ia berteriak memanggil Yesus karena kerinduannya untuk sembuh. 

Markus 10:47 
Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" 

Pengharapannya kepada Yesus begitu besar sehingga ia tidak peduli ditegur orang lain yang menyuruhnya diam. 

Inilah cerminan orang yang berjumpa dengan Yesus pasti mengalami perubahan sikap imannya. 
Yesus melihat iman Bartimeus dan menyembuhkannya. 

Markus 10:52 
Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalananNya

Orang yang mengalami jamahan Tuhan dan yang disembuhkan sakitnya maka biasanya mau bertobat dan berubah sikap hidupnya mengikuti Yesus namun tidak semua begitu sebab ada yang malah kembali lagi menjalani hidup yang lama yang jauh dari Yesus meski sudah disembuhkan. 

Bartimeus menanggalkan jubahnya ketika ia mau mendekat ke Yesus artinya ia mau meninggalkan sikap hidupnya yang lama yang tidak bersemangat tergolek mengemis di pinggir jalan dengan mengharapkan belas kasihan orang memberi sedekah kepadanya dan setelah bertemu Yesus, ia berubah karna berharap kepada Yesus. 

Markus 10:49-50 
Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus

Seharusnya memang demikian yang kita lakukan bila mau bertemu dengan Yesus saat misa ekaristi mau menyambut hosti yang kita imani Yesus hadir. 

Kita menanggalkan dosa dan bertobat agar saat bertemu dengan Yesus maka keadaan diri kita telah dikuduskan. 

Bukan saja saat ekaristi tetapi sebaiknya setiap hari hidup dalam kekudusan karena kita mau mengikuti Yesus dan menuruti kehendakNya & perintahNya. 

Oleh sebab itu kita harus menjaga dan memelihara mata, telinga, mulut, hati, pikiran, tangan, kaki, keinginan roh, dan menumbuhkan iman kita agar dapat menghasilkan buah-buah pertobatan dengan melakukan perbuatan kasih. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah mata hatiku terang benderang menerangi sisi gelap yang masih ada di dalam diriku supaya dibersihkan dan dikuduskan? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi 
PW St. Filipus Neri 
Warna Liturgi : Putih 

1 Petrus 2:2-5,9-12 
Mazmur 100:2-5 
Markus 10:46-52 
BcO : 2 Korintus 11:7-29 

============= ☆☆☆ ============

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com