Kamis, 22 Oktober 2015

HAMBA SETIA DAN BIJAKSANA













Renungan Harian 21 Oktober 2015 
HAMBA SETIA DAN BIJAKSANA 
(Lukas 12:39-48) 

Roma 6:12-18 
Mazmur 124:1,3-8 


Saudara/i dalam Yesus Kristus, 

Jaman sekarang ini sulit mendapatkan orang yang jujur dan setia. 
ibu-ibu mengeluh sulit cari pembantu yg setia dan jujur. 
dan masih banyak lagi keluhan serupa yang menggambarkan 
betapa langka menemukan orang yang jujur, bijaksana, dan setia. 

mengapa demikian? 

sebab manusia cenderung memikirkan kepentingan diri sendiri terlebih dahulu daripada mendahulukan kepentingan orang lain bahkan ada sebagian justru makin tamak dan rakus, seperti yang sudah dijelaskan dalam renungan 19/10.

meskipun Firman Tuhan menasehati agar kita memperhatikan kepentingan orang lain juga. 
Filipi 2:4 
janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, 
tetapi kepentingan orang lain juga

Injil Lukas hari ini, Yesus mengatakan tentang tuan rumah yang 
mengangkat salah seorang hamba diantara hamba-hambanya 
sebagai pengurus rumah. 

Lukas 12:42 
jawab Tuhan: "jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana 
yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya 
untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? 

sedikitnya ada dua hal pertimbangan untuk menjadi pengurus rumah : 
Pertama 
hamba yang setia bertanggung-jawab pada tugas-tugasnya. 

Lukas 12:43-44 
berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, 
ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: 
sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas 
segala miliknya

kesetiaan itu bagian terpenting sebab tidak semua orang mau setia 
hingga akhir kesudahannya. 

banyak hal yang menggoda dan terus membujuk kita untuk tidak setia kepada Tuhan karena banyak tawaran duniawi berusaha menjauhkan 
kita dari Tuhan. 

lihat saja Yudas tidak setia pada Yesus 
juga bangsa Israel yang terus-menerus berlaku tidak setia kepada 
Aĺlah Yahwe dan bisa kita baca sepanjang kitab PL. 

kita bisa setia jikalau kita menyediakan waktu banyak untuk 
berdoa, saat teduh, dan merenungkan Sabda-Nya. 

kesetiaan Stefanus hingga akhirnya ia dirajam dan 
ia mengampuni orang yang menganiaya dirinya. 

Kisah 7:59-60 
sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: 
"Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." sambil berlutut ia berseru 
dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini 
kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia. 

orang yang setia kepada Tuhan maka ia tahu harus mempersiapkan dirinya bila sewaktu-waktu Tuhan utus dirinya untuk melaksanakan 
tugas Tuhan perintahkan 

mereka yang tidak setia maka ia lalai menjaga dirinya untuk tetap hidup 
di dalam Tuhan sebab hatinya berpaling kepada hal-hal duniawi. 

Kedua 
hamba yang tahu ķehendak tuannya dan melakukan kehendak tuannya. 

ada tiga sikap hamba terhadap tuannya: 

1) tahu dan melakukan kehendak 

Lukas 12:48b 
setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak 
dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya 
akan lebih banyak lagi dituntut. 

sesungguhnya memang seperti ini yang benar yaitu mengenal kehendak 
Tuhan dan mau melakukannya. 

ketika kita mau melakukan kehendak Tuhan maka biasanya kita menerima 
banyak Karunia dan Berkat Tuhan untuk memperlengkapi dan menambah daya kemampuan diri agar mampu melakukan banyak perbuatan kasih. 

karunia dan talenta yang Tuhan beri kepada kita, tidak boleh disimpan 
buat diri sendiri sebab karunia dan talenta dipergunakan untuk 
melaksanakan pelayanan kasih. 

1 Korintus 12:7 
tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama

talenta yang kita terima diharapkan menghasilkan buah perbuatan kasih. 
(baca Matius 25:14-30). 

biasanya Tuhan mempercayakan kepada kita untuk melakukan 
perbuatan kecil dan semakin lama diserahkan hal-hal besar 
sehingga kita harus waspada akan bahaya bermegah diri dan mencuri 
Kemuliaan Tuhan untuk kemuliaan diri dan kepentingan pribadi. 

dengan mau mengenal dan melakukan kehendak Tuhan 
berarti menunjukkan kasih kita kepada Tuhan karena sudah 
menyelamatkan dan memberkati kita. 

ungkapan kasih kita kepada Tuhan di wujudkan sebagai 
ungkapan syukur kita telah mengalami hidup baru di dalam Kasih-Nya.

2) tahu dan tidak melakukan kehendak 

Lukas 12:47 
adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan

ada orang bilang begini : 
mendingan saya tak usah tahu tentang Firman Tuhan di Alkitab 
daripada tahu tapi tidak melakukannya. 

salah yach pemikiran seperti ini sebab sama saja dihukum juga meskipun lebih ringan hukumannya dibandingkan yang sudah tahu firman Tuhan tetapi tidak mau melakukannya. 

contoh : 
imam Eli tahu perbuatan kedua anaknya salah tetapi ia hanya sekedar nasehat dan tidak serius mencegah kejahatan kedua anaknya malahan pada akhirnya ia ikut menikmati kejahatan anaknya.  
(baca 1 Samuel 2:11-36). 
 
1 Samuel 2:29 
mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban 
sembelihanKu dan korban sajianKu, yang telah Kuperintahkan, 
dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari padaKu, 
sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik 
dari setiap korban sajian umatKu Israel? 

Hofni, Pineas tahu perbuatan mereka salah dan berdosa tetapi betapa 
nikmat makan daging persembahan dan tidur dengan perempuan lain 
maka pengetahuan tentang kebenaran Tuhan diabaikan. 

imam Eli karena sayang sama anaknya eh ia kompromi atas dosa anaknya dan akhirnya ia sendiri terjerumus juga oleh kenikmatan 
makan daging persembahan

akibatnya tragis dimana imam Eli dan kedua anaknya; 
Pineas dan Hofni mati bahkan seluruh keluarganya mati. 

1 Samuel 4:17b-18 
.... kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas." ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli 
telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah 
dan ia mati sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun 
lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel

sebagai umat beriman, kita tahu harus membangun relasi intim dengan 
Tuhan melalui saat teduh, berdoa, renungkan firman Tuhan dan 
melakukan perbuatan kasih sesuai kehendak Tuhan. 
 tetapi tidak banyak orang beriman menanggapi dan melakukannya. 
 
salah satu hal paling sulit melakukan firman Tuhan adalah : 
1) memberi / berbagi kepada orang lain 
2) mengampuni orang lain 
3) mengasihi orang yang menyakiti kita 

* tahu sih harus memberi tetapi sedikit saja deh dengan dalih sendiri saja 
   masih merasa kekurangan. 

* tahu sih harus mengampuni orang lain tetapi kecewa, 
  sakit hati masih terasa 

* tahu sih harus mengasihi tetapi kepada orang yang telah merugikan 
  diriku... oohhh maaf saja, keenakan dia. 
  tidak ditonjok aja udah bagus, sorry gue kagak bisa mengasihi 
  orang yang telah menyakiti hati gue. 

hal ini kelihatan sepele tapi akibatnya merusak hubungan 
antar sesama dan bisa berlangsung puluhan tahun untuk 
rekonsiliasi atau pemulihan hubungan. 

banyak Berkat Tuhan terhalang oleh karena tidak mau mengampuni 
dan tidak mau memberi/berbagi kepada orang lain

3) tidak tahu dan tidak melakukan kehendak Tuhan 

Lukas 12:48a 
barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan

mengetahui kehendak Tuhan itu sangat penting di satu sisi namun 
harus mau lakukan kehendak Tuhan tersebut tanpa pilih-pilih 
yang mau kita lakukan. 

janganlah minta Berkat Tuhan saja tetapi tidak mau tahu 
kehendak Tuhan apalagi tidak melakukan kehendakNya. 
TUHAN seperti mesin ATM 
pas perlu Berkat Tuhan, rajin berdoa. 

lihat saja pertemuan lingkungan, 
berapa orang yang hadir ??? 

paling banyak saat doa novena atau doa rosario yang penuh dengan 
permintaan sedangkan pendalaman iman yang hadir sedikit sekali. 

jumlah umat yang hadir dalam kegiatan lingkungan sangat sedikit 
bila dilihat dari jumlah umat keseluruhan di lingkungan. 

hal ini sama saja dengan kita mengaku percaya kepada Tuhan Yesus 
tapi hanya pengakuan iman saja dan tak hidup di dalam kebenaran Tuhan. 

sebab setiap orang yang memberi diri di baptis dalam nama Bapa,Putera, dan Roh Kudus, pasti tahu bahwa tidak boleh berbuat dosa, 
hidup sesuai kehendak Tuhan, meski tidak mendalam mengenal 
firman Tuhan keseluruhan. 

namun kenyataannya, masih banyak yang tidak hidup di dalam Tuhan 
tetapi semaunya seturut kehendak sendiri atau lebih taat menuruti 
ajaran tradisi leluhur 
daripada belajar mengenal kehendak Tuhan dan melakukannya. 

REFLEKSI DIRI  

1) berjaga-jagalah senantiasa supaya tidak jatuh kepada ketidak-setiaan 
    pada Tuhan. 

2) berbuatlah terus perbuatan baik tanpa pilih-pilih dengan setulus hati 
    agar supaya Tuhan senang saat IA datang melihat kita giat 
    melakukan kehendak-Nya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com