Selasa, 06 Oktober 2015

SIAPAKAH SESAMAKU MANUSIA?










Renungan Harian 5 Oktober 2015 
SIAPAKAH SESAMAKU MANUSIA? 
(Lukas 10:25-37) 

Yunus 1:1-17, 2:10 
Yesaya 30:1-18 


Saudara/i dalam Yesus Kristus, 

Kita sebagai orang beriman tahu bahwa hukum terutama adalah kasihilah Tuhan Aĺlah dan kasihilah sesama manusia. 

mengasihi Tuhan Aĺlah bersifat pribadi antara seseorang dengan Tuhan Allah dan orang lain tidak mengetahui persis seberapa besar kasihnya pada Allah sedangkan mengasihi sesama manusia sifatnya lebih terbuka dan dapat dilihat mata jasmani oleh orang lain. 

ada orang bertanya begini : mana yang lebih sulit, mengasihi Tuhan Aĺlah atau mengasihi sesama manusia? 

jawaban setiap orang berbeda-beda tergantung seberapa dalam hubungan seorang beriman dengan Tuhan Aĺlah. 

jika seorang mengasihi Tuhan Aĺlah dengan sungguh-sungfuh, bukan hanya bicara saja tetapi relasinya intim dengan Tuhan Allah maka orang tersebut tak akan mengalami pergumulan saat ia mengasihi orang lain selain dirinya

sebab orang yang mengasihi Tuhan Allah berusaha memberikàn yang terbaik seluruh hidupnya untuk menyenangkan Hati Tuhan Allah. 
dari relasi intim dirinya dengan Tuhan Allah maka ia mengetahui hal-hal apa saja yang disenangi Tuhan Allah. 

Tuhan Aĺlah sangat mengasihi manusia dan IA mau setiap orang bangkit dari kematian akibat dosa-dosanya dan hidup menurut jalan kebenaran Tuhan Allah. 

Injil hari ini, Yesus menjelaskan melalui perumpamaan kepada seorang ahli taurat yang mencobai diri-Nya. 

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (Lukas 10:25) 

Yesus tidak langsung menjawab malah bertanya balik sebab orang ini seorang ahli taurat seharusnya sudah tahu bahwa untuk memperoleh hidup kekal maka harus menuruti perintah Allah yang tertulis dalam kitab taurat. 

Jawab Yesus kepadanya: "apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."  
(Lukas 10:26-28). 

seorang ahli taurat ini tidak puas masih mau mencobai Yesus. 

tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: 
"dan siapakah sesamaku manusia?"  (Lukas 10:29) 

yach seperti itulah jika seseorang tidak suka atau iri hati melihat keberhasilan kita maka ada saja yang ia lakukan untuk menjatuhkan kita. 

seperti ahli taurat ini pada dasarnya iri hati melihat keberhasilan Yesus banyak melakukan perbuatan mukjijat dan juga pengajaran-Nya memikat banyak orang. 

Yesus luar biasa pandai menjawab dengan memakai perumpamaan tentang bagaimana seorang Samaria menolong seorang yang dirampok dan dianiaya terkapar di jalan. 

Jawab Yesus: "adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. (Lukas 10:30)

seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; padahal di peta jaman Yesus saat itu kota Yerikho letaknya diatas dari Yerusalem, termasuk wilayah Yudea. 

kata turun disini hendak mengatakan bahwa saat itu Yerusalem menjadi pusat Bait Allah, sekarang ini di Vatican. 

Ada 3 orang yang melalui jalan tersebut dimanà terbaring seorang kondisinya setengah mati yaitu : seorang imam, seorang Lewi, seorang Samaria. 

Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tapi ia melewatinya dari seberang jalan. (Lukas 10:31) 

Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. (Lukas 10:32) 

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.  (Lukas10:33)

hanya seorang Samaria yang menolong sedangkan seorang imam dan seorang lewi tidak menolong. (baca Lukas 10:34-35) 


kembali kita lihat cara Yesus menjawab dengan mengajukan pertanyaan setelah melalui perumpamaan. 

siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu: "orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." kata Yesus kepadanya: "pergilah, dan perbuatlah demikian!" 
(Lukas 10:36-37)

Orang Samaria itu hatinya tergerak oleh belas kasihan sehingga ia segera mau menolong orang lain sedangkan seorang imam dan lewi justru tidak tergerak hati oleh belaa kasihan. 

kemungkinan besar saat terjadi peristiwa ini pada hari Sabat dimana seorang imam dan lewi ini selesai beribadah dan hendak pulang melalui jalan antara Yerusalem dan Yerikho. 
(lihat kembali di bagian atas, penjelasan kata turun pada ayat 30). 

kedua orang ini hanya berpegang prinsip kebenaran yang dipahami dari hukum taurat bahwa pada hari Sabat tidak boleh melakukan sesuatu selain beribadah, termasuk berbuat baik menolong orang. 

Yesus berulangkali mengkritik ahli taurat dan orang farisi mengenai penerapan peraturan hari Sabat. 

Yesus berkata kepada mereka: "jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."  (Matius 12:11-12)

Peraturan Allah pasti mengutamakan hukum kaaih dan berbelas kasih. 

siapa saja apakah seorang imam atau rohaniwan dan orang awam harus bijak menyikapi antara peraturan dengan perbuatan kasih, manakah yang harus dilakukan? 

untuk suatu perbuatan kasih walaupun terpaksa "melanggar" peraturan gereja maka tetap harus dilakukan, setelah itu baru melaporkan dan menjelaskan alasan mengapa berbuat begitu. 

REFLEKSI DIRI 

sudahkah aku mengasihi sesama dengan setulus hati karena terdorong belas kasihan seperti orang Samaria yang menolong orang lain meski ia tidak mengenalnya? 

sudahkah aku mewujudkan kasihku kepada Tuhan Allah dengan menjalin hubungan intim bersama-Nya dan juga melakukan perbuatan kasih yang menyenangkan hati-Nya? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


1 komentar:

agatha mengatakan...

terimakasih untuk renungan harian dari injil Lukas 10:25-37 sangat menyentuh jiwa saya. Tuhan memberkati

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com