Rabu, 14 Oktober 2015

HATI YANG BERSIH










Renungan Harian 13 Oktober 2015 
HATI YANG BERSIH 
(Lukas 11:37-41)

Roma 1:16-25 
Mazmur 19:2-5 

Suadara/i dalam Yesus Kristus, 

Yesus tahu apa yang ada di pikiran orang farisi yang mengundangnya makan dan seperti disengaja tidak mencuci tangan. 

Lukas 11:39-40 
orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tanganNya sebelum makan. 
Tuhan berkata kepadanya: "kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. 

sepertinya Yesus tidak sopan yach; 
sudah tidak cuci tangan e malah dengan kata yang tajam menegur tuan rumah. 

ayat 40-41 
hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu. 

jika anda sebagai tuan rumah dan tamu anda berani menegor dengan kata tajam apakah anda marah atau diam saja? 

dari sini kita mendapat gambaran bahwa Yesus berkata-kata dengan penuh kuasa sehingga orang farisi yang mendengar tidak berkutik sebab hatinya tersentuh. 

suatu pelajaran berharga bagi kita yang hendak menyampaikan Firman Tuhan maka sebelumnya kita memohon ada Urapan Tuhan menaungi diri kita supaya saat kita berkata-kata penuh dengan Kuasa Urapan Tuhan sehingga orang2 yang mendengarnya tersentuh hatinya. 

Ibrani 4:12 
sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita

setiap orang memiliki hati nurani yang senantiasa membisikan kata-kata yang menyejukan supaya menjadi tenang namun sayangnya volume suara hati akan semakin mengecil nyaris tidak terdengar karena orang tersebut keras kepala termakan oleh prinsip hidupnya. 

jika terus-menerus tak mau mendengar suara hati nuraninya maka akhirnya hati menjadi keras bahkan bisa terluka atau istilah populer disebut luka batin. 

faktor pikiran juga dapat mempengaruhi kebersihan hati seseorang. 
jika pikirannya kotor dipenuhi rencana jahat dan rencana yang bertentangan dengan kehendak Tuhan maka muncul ke permukaan melalui perbuatan yang mengekspresikan kata hatinya. 

itu sebabnya kenapa Yesus berkata : 
bersihkan bagian dalam dirimu (ayat 39) 
sebab hati yang tidak bersih tidak bisa menerima sesuatu kebenaran Tuhan. 

sekarang kita bisa baca di Alkitab bhw Tuhan bersemayam didalam hati kita tetapi saat itu mereka belum mengerti. 

1 Korintus 6:19 
tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 

oleh sebab itu kita harus membersihkan dan menyucikan hati kita dari segala keinginan hawa nafsu kedagingan dan menolak pikiran dengan rencana yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan. 

itu yang dimaksudkan Yesus kepada orang-orang farisi supaya mereka tidak hanya memperhatikan penampilan luar tetapi bagian dalam diri mereka penuh dengan kejahatan. 

di jaman sekarang masih banyak orang lebih peduli penampilan luar sebab bisa dilihat, dinilai, dan dipuji orang lain. 

ada teman yang belum memliki rumah tetapi mobilnya wah gonta-ganti merk yang prestisus, belum lagi pakaian dan assesoris yang melekat di tubuhnya, yang mahal harganya. 

atau sebaliknya, 
* ia memamerkan kekayaannya 
* ia memamerkan kesuksesannya 
* ia memposting foto dirinya pergi ke 
   negara anu di seluruh dunia 
* ia memposting makanan enak-mahal 
   untuk memberitahu ini lho makananku 
* masih banyak hal lain dipamerkan 
   sebagai gaya hidup dirinya 

semua itu untuk menunjukkan identitas dirinya, siapa dirinya, supaya orang lain berdecak kagum dan memuji dirinya. 

jika seseorang larut dan terbenam pada hal keduniawian maka tidak heran bila pikiran dan hatinya tercemar. 

Roma 1:21,24 
sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya. sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka

semua hal duniawi mengisi relung hati dirinya sehingga tidak ada ruang untuk diisi oleh kebenaran firman Tuhan atau andaikata ada ruang sedikit di hatinya terkadang dimaksudkan menutupi agar dirinya tidak terlihat vulgar lebih fokus pada kepenuhan diri sendiri. 

seharusnya, 
setiap orang beriman memiliki hati yang bersih sehingga banyak melakukan hal hal yang baik dan berkenan bagi Tuhan. 

Yohanea 15:2-3 
setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 

JADI, 

apakah lebih fokus soal cuci tangan yang terlihat oleh orang lain? 
ataukah 
lebih fokus membersihkan hati yang tidak terlihat orang lain tetapi dapat dilihat oleh Tuhan. 

demikian juga hal-hal lahiriah lainnya, 

apakah lebih penting penampilan luar untuk mendapatkan pujian orang lain? 
ataukah 
benahi hati dan pikiran agar se-irama dengan hati dan pikiran Tuhan. 

Filipi 2:5 
hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. 

tidak ada jalan lain untuk mengetahui pikiran dan perasaan Kristus Yesus adalah melalui pengenalan akan Injil. 

Roma 1:16-17 
sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "orang benar akan hidup oleh iman." 


REFLEKSI DIRI 

sudahkan aku membersihkan hati dan pikiranku dari hal-hal tidak berkenan bagi Tuhan? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com