Kamis, 29 Oktober 2015

KELUARGA ALLAH








Renungan Harian 28 Oktober 2015 
KELUARGA ALLAH 
(Efesus 2:19-22) 

Lukas 6:12-19 
Mazmur 19:2-5 


Saudara/i dalam Yesus Kristus, 

Bacaan dari kitab Efesus menjelaskan tentang kesatuan diantara anggota keluarga Allah

Efesus 2:19-20 
demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 

sebagai saudara seiman di dalam Yesus kita saling bekerja-sama melayani dan saling tolong-menolong, saling nasehati, saling mendoakan;bukan saling bersaing dan tidak peduli diantara kita. 

Efesus 2:21-22 
di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh

di dalam sebuah rumah terdapat berbagai perabot yang disusun dan ditata dengan rapih; ada perabot terbuat dari kayu atau dari emas-perak untuk menunjukkan kemegahan, keasrian, dan keindahan dari rumah tersebut. 

2 Timotius 2:20 
dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; 
yang pertama dipakai untuk maksud 
yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 

demikian juga kita sebagai anggota dari keluarga Allah yang mendiami tempat kediaman Allah. 

apakah kita ditempatkan Allah untuk menjadi perabot yang terbuat : 
*** dari emas dan perak ataukah 
*** dari kayu dan tanah 

tergantung pilihan hidup kita selama berziarah di dunia ini ; 
apakah sikap hidup kita menjauhkan diri dari perbuatan jahat 
ataukah kita jaga perilaku kita dan melakukan perbuatan baik 
dan yang Aĺlah berkenan. 

2 Timotius 2:21  
jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, 
ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, 
ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan 
disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 

11 Rasul termasuk Rasul Simon Zelot dan Rasul Yudas Tadeus telah memilih menjadi perabot dari emas dan perak,; juga para martir yang rela kehilangan nyawa demi beritakan Injil Kerajaan Allah dan membela orang demi kebenaran dan melakukan banyak perbuatan baik untuk menolong orang lain. 

Hari ini menurut kalender liturgi katolik diperingati Rasul Simon Zelot dan juga Rasul Yudas Tadeus. 

nama mereka berdua tidak tampil di Injil kecuali saat mereka dipanggil Yesus menjadi murid diantara ke 12 murid lain dan nama Yudas Tadeus 
sekali tampil di Injil Yohanes. 

Yudas Tadeus bertanya kepada Yesus: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau menyatakan diriMu kepada kami; dan bukan kepada dunia?" Jawab Yesus: "jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia." (Yohanes 14:22, 23)

kita bisa belajar dari ke-2 rasul ini yang begitu gigih memberitakan Injil Kristus kepada orang-orang non Yahudi dari sumber Tradisi Katolik. 

mari kita simak perjalanan iman mereka hingga wafat sebagai martir 
demi Injil. 

di kutip dari : http://imankatolik.or.id 
mengenai orang-orang kudus tgl 28 Oktober. 

Simon dijuluki si Zelot (=yang rajin), salah seorang penganut aliran Zelot 
bersemangat dalam mempelajari dan menaati Hukum Taurat Yahudi. 
Ia mewartakan Injil di Mesir, lalu ke mesopotamia bersama Yudas 
sebagai misionaris hingga menjadi martir. 

Tradisi lain menyebutkan bahwa setelah saudaranya Yakobus, Uskup 
Yerusalem, dibunuh, rasul lain memilih dia menggantikan Yakobus. 
Ia memegang jabatan uskup pada tahun 62 hingga kematiannya sebagai 
martir ketika terjadi penganiayaan umat Kristen pada masa pemerintahan 
Kaisar Trayanus pada tahun 107. 

Yudas yang disebut juga Tadeus yang berarti 'yang berani' adalah 
saudara rasul Yakobus Muda. 
Tradisi mengakui dia sebagai penulis Surat Yudas, yang berisi dorongan semangat dan peneguhan kepada umat Kristen yang berada dalam krisis akhlak pada masa itu. 

namun hal ini masih dipersoalkan oleh banyak ahli modern, mengingat 
Yudas bukanlah seorang yang terdidik baik sehingga mampu menulis 
sebaik itu. Mungkin ia menyuruh orang lain menuliskannya. 

menurut tradisi, Yudas mewartakan Injil di Mesopotamia sebelum 
bergabung bersama Simon di Persia, di mana keduanya bersama-sama 
menemui ajal sebagai martir Kristus. 

demikian karya pewartaan Rasul Simon Zelot dan Yudas Tadeus. 

Bagaimana dengan kita ? 
kesadaran untuk mewartakan Injil makin memudar dengan alasan cukup dengan kesaksian hidup saja bahkan terdengar suara sedikit sumbang seolah-olah tidak perlu penginjilan secara langsung karena terkesan seperti perilaku ahli taurat. 

bukankah Yesus datang ke dunia mau mewartakan Injil sscara oral / langsung dan tidak perlu diragukan lagi sikap dan perilaku Yesus 
menjadi kesaksian hidup dan dirasakan oleh masyarakat Yahudi. 

Lukas 4:43 
Yesus berkata kepada mereka: 
"juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah 
sebab untuk itulah Aku diutus."  


REFLEKSI DIRI 

sudahkah hatiku tergerak memberitakan Injil kepada orang lain melalui pewartaan langsung agar mereka mendengar kabar sukacita tentang Yesus Kristus supaya mereka juga mengalami Yesus di dalam kehidupannya. 

sudahkah aku menjadi Injil terbuka lewat kesaksian hidupku yang menggarami dan menjadi terang bagi orang lain?  

sudah seharusnya kita meninggalkan perbuatan jahat yang Allah 
tidak berkenan karena kita mau menjadi perabot dari 
emas dan perak di rumah Allah

2 Timotius 2:19 
dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: 
"Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya" dan "setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com